KOLAKA — Aksi unjuk rasa menuntut keadilan ekologis dan penyelesaian dampak banjir di Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, diwarnai tindakan brutal aparat kepolisian. Alih-alih mendengarkan jeritan rakyat dan mahasiswa yang menjadi korban kerusakan lingkungan akibat aktivitas korporasi, jajaran Polres Kabupaten Kolaka justru menunjukkan arogansi lewat tindakan represif yang berujung pada pemukulan terhadap sejumlah mahasiswa.
Tindakan sewenang-wenang aparat penegak hukum ini memicu kemarahan besar dari barisan pergerakan. Koordinator Lapangan aksi, Ishar, dengan tegas mengecam keras tindakan biadab aparat kepolisian yang mengorbankan keselamatan jiwa demi membungkam suara rakyat. Ia menyatakan bahwa kekerasan fisik yang dialami oleh rekan-rekan mahasiswa merupakan bukti nyata bahwa kepolisian telah kehilangan integritasnya sebagai pengayom masyarakat dan lebih memilih menjadi alat pelindung kepentingan pemodal.
“Aksi kemarin adalah murni suara tangisan rakyat Tanggetada yang kehilangan ruang hidup akibat kerusakan lingkungan. Namun, sambutan yang kami terima dari Polres Kolaka adalah arogansi dan kekerasan. Rekan-rekan kami dipukul secara tidak perikemanusiaan oleh aparat keamanan,” ujar ishar dengan nada geram.
Ali menilai cara-cara kotor dan represif yang ditampilkan oleh kepolisian semakin memperkuat mosi tidak percaya publik. Aparat keamanan yang seharusnya berdiri di garda terdepan melindungi warga negara, justru bertindak bak algojo bagi korporasi yang merusak bumi Kolaka.
Atas dasar arogansi brutal dan tindakan represif tersebut, barisan mahasiswa secara tegas menuntut pertanggungjawaban institusional. Ishar melayangkan desakan keras agar Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dan Kapolda Sulawesi Tenggara segera mencopot Kapolres Kolaka dari jabatannya.
“Kami mendesak pencopotan Kapolres Kolaka karena gagal mengendalikan anggotanya dan terbukti menggunakan cara-cara fasis serta represif dalam menghadapi aspirasi damai mahasiswa. Jika institusi kepolisian terus mencederai keadilan dan melindungi kepentingan korporasi di atas penderitaan rakyat, maka kami pastikan perlawanan ini tidak akan pernah padam,” tegas ishar.
![]()













